EDULEC : Education, Language, and Culture Journal
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj
<p style="text-align: justify;">Welcome to the official <strong>EDULEC JOURNAL: </strong>Education, Language, and Culture website. As part of the spirit of disseminating Education, Language and Culture. <strong>EDULEC JOURNAL</strong><strong>: </strong>Education, Language, Culture is a Journal which is a reference source for academics and practitioners in the field of education, language and culture. <strong>EDULEC JOURNAL</strong><strong>: </strong>Education, Language, Culture Journal is a journal that published by <strong>CV. Eureka Murakabi Abadi</strong>. </p> <p style="text-align: justify;"><strong>EDULEC JOURNAL</strong><strong>: </strong>Education, Language, Culture Journal has the content of research results and reviews in the field of selected studies covering various branches of Education, language and culture both from within and outside the country. <strong><em>This journal is published Three Times (3 kali) within a year of April, August and December</em></strong>, submitted and ready-to-publish scripts will be published online gradually and the printed version will be released at the end of the publishing period. This journal used English and Indonesian language.</p>CV. Eureka Murakabi Abadien-USEDULEC : Education, Language, and Culture Journal2809-6088<p>Lisensi hak cipta Creative Commons dan alat-alatnya membentuk keseimbangan dalam pengaturan tradisional yang ada pada hukum hak cipta. Alat kami memberikan setiap orang, dari pencipta individu sampai dengan perusahaan dan lembaga besar, cara sederhana standar untuk memberikan izin hak cipta atas ciptaan kreatif mereka. Kombinasi dari alat-alat dan pengguna kami adalah <a href="https://creativecommons.org/videos/a-shared-culture">kumpulan komunitas digital yang luas dan berkembang</a>, kolam konten yang dapat <a href="https://creativecommons.org/videos/wanna-work-together">disalin, didistribusikan, digubah, dan dibuat ciptaan turunannya</a>, dan semua dalam batas-batas hukum hak cipta.</p>Bridging Cultures through Reflection: Metacognitive Approaches of Multicultural EFL Learners
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/440
<p>This study aims to examine how EFL students from diverse cultural backgrounds manage their learning processes through metacognitive awareness and self-reflection in a multicultural academic setting. The importance of cross-cultural communicative competence in English language acquisition is increasing, rendering students' ability to regulate their cognition, learning strategies, and emotional responses crucial for achieving academic success. This study employed a phenomenological approach with eleven students from the English Language Education Study Program at Universitas Megarezky. Data were collected using semi-structured interviews and later analyzed using thematic analysis technique. The findings found four principal themes: Self-awareness, Strategic regulation, Cultural adaptation, and Competence transformation These findings emphasize the importance of integrating metacognitive and reflection-based learning practices into the EFL curriculum to enhance students' intercultural competence, emotional resilience, and learning independence. This research provides theoretical contributions to the study of metacognitive learning and cross-cultural communication, as well as practical implications for educators designing globally responsive English language learning.</p>Sukmawati SukmawatiSyarifuddin Dollah
Copyright (c) 2026 Sukmawati Sukmawati, Syarifuddin Dolla
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-112026-08-116211913310.56314/edulec.v6i2.440Pola Pengasuhan Anak pada Keluarga Pekerja Sektor Pariwisata di Pantai Legian Bali
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/508
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pengasuhan anak pada keluarga pekerja sektor pariwisata di Pantai Legian Bali, faktor-faktor yang memengaruhi pola pengasuhan, serta dampaknya terhadap perkembangan sosial dan pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan 10 informan yang merupakan orang tua yang bekerja di sektor pariwisata di Pantai Legian Bali. Data dianalisis secara tematik melalui proses pemilahan dan pengodean data, pengelompokan informasi ke dalam tema-tema utama, interpretasi keterkaitan antartema, serta penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan teori fungsional struktural Talcott Parsons dan konsep habitus Pierre Bourdieu untuk menjelaskan hubungan antara struktur sosial, kondisi kerja, dan praktik pengasuhan dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan anak terbagi ke dalam tiga bentuk utama, yaitu pola permisif, demokratis, dan delegatif. Pola permisif muncul sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan waktu orang tua akibat jam kerja yang panjang dan tidak menentu. Pola demokratis diterapkan oleh keluarga yang berupaya mempertahankan komunikasi dan keterlibatan orang tua meskipun memiliki mobilitas kerja tinggi, sedangkan pola delegatif ditandai dengan pengalihan sebagian tanggung jawab pengasuhan kepada kakek-nenek, kerabat, atau lembaga penitipan anak. Faktor pembentuk pola pengasuhan meliputi tuntutan ekonomi, ritme kerja sektor pariwisata, lingkungan sosial kawasan wisata, dan tingkat pendidikan orang tua. Dampaknya terlihat pada kedisiplinan, interaksi sosial, kontrol penggunaan gawai, dan keterlibatan anak dalam pendidikan formal. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengungkapan bahwa karakteristik kerja sektor pariwisata tidak hanya memengaruhi kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga menghasilkan strategi adaptasi pengasuhan yang berbeda dalam menghadapi keterbatasan waktu dan mobilitas kerja. Kebaruan penelitian ditunjukkan melalui identifikasi pola pengasuhan delegatif sebagai bentuk adaptasi keluarga pekerja pariwisata serta integrasi perspektif struktur sosial dan habitus untuk menjelaskan reproduksi praktik pengasuhan dalam konteks masyarakat urban wisata. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika sektor pariwisata turut membentuk relasi keluarga dan praktik pengasuhan yang berimplikasi terhadap perkembangan sosial dan pendidikan anak.</p>Ayu Indira SangajiSyamsu A KamaruddinArlin AdamAhmadin
Copyright (c) 2026 Ayu Indira Sangaji, Syamsu A Kamaruddin, Arlin Adam, Ahmadin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-222026-08-226213414710.56314/edulec.v6i2.508Students' Perception Toward English Song As A Learning Media Of Listening Comprehension
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/474
<p>his study aims to explore students’ perceptions toward English songs as a learning media of listening comprehension. The research employed a descriptive qualitative method involving second-semester megarezky eEuniversity students. Data were collected through questionnaires and interviews focusing on cognitive, affective, and conative aspects of perception. The findings revealed that students had positive perceptions of English songs as a learning medium. Cognitively, students found that English songs helped them improve vocabulary, pronunciation, and listening comprehension. Affectively, students felt more motivated, relaxed, and interested during the learning process. Conatively, students showed willingness to use English songs as an alternative learning media both inside and outside the classroom. In conclusion, English songs are perceived as an effective and engaging medium for enhancing students’ listening comprehension and learning motivation.</p>DelviaHasnaniSujarwo
Copyright (c) 2026 Delvia, Hasnani, Sujarwo
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-222026-08-226214815410.56314/edulec.v6i2.474Upaya Meningkatan Hasil Belajar Keterampilan Servis Backhand Dalam Permainan Bulutangkis Melalui Metode Pembelajaran Distributed Practice pada Siswa Kelas XI (2) SMA Negeri 19 Makassar
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/585
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar servis backhand bulutangkis pada siswa kelas XI(2) SMA Negeri 19 Makassar. Dari 35 siswa, hanya 10 siswa (28,57%) yang mencapai KKM 75 dengan nilai rata-rata kelas 68,5. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh kesulitan koordinasi gerak, ketidaktepatan pukulan, serta metode konvensional (massed practice) yang membuat siswa cepat lelah dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar servis backhand melalui penerapan metode distributed practice. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi). Subjek penelitian 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes praktik (short service test), observasi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata Data Awal 68,5 (ketuntasan 28,57%), siklus I meningkat menjadi 75,3 (ketuntasan 51,43%). Setelah perbaikan tindakan pada siklus II (rasio latihan:istirahat 1:1,5, umpan balik individual), nilai rata-rata mencapai 86,29 (peningkatan 10,9 poin dari siklus I) dengan ketuntasan klasikal 94,28% (33 siswa tuntas), melampaui indikator keberhasilan 80%. Kesimpulannya, penerapan metode pembelajaran distributed practice efektif meningkatkan hasil belajar keterampilan servis backhand bulutangkis pada siswa kelas XI(2) SMA Negeri 19 Makassar. Hipotesis tindakan dinyatakan diterima.</p>Yogi Arianto Wahyu MunandarAbdul Rahman Sutte
Copyright (c) 2026 Yogi Arianto , Wahyu Munandar, Abdul Rahman Sutte
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-232026-08-236215517310.56314/edulec.v6i2.585Beyond Literal Translation: AI-Assisted Pedagogical Translation for Developing University Student Pragmatic Competence
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/597
<p>Various AI-based applications, such as ChatGPT, DeepL, Google Translate, and Gemini, no longer function solely as translation aids but are also being utilized as learning media to support students' knowledge construction. However, most previous research has focused on evaluating linguistic accuracy, translation quality, and the acceptance of AI technology in language learning. Research specifically integrating AI into pedagogical translation approaches to develop students' pragmatic competence is still relatively limited. This study aimed to develop AI-Assisted Pedagogical Translation as a learning approach that integrated AI technology with reflective translation activities to enhance students' pragmatic competence. The study employed mixed method approach, combining a quasi-experiment with qualitative analysis. The subjects were 60 English education students enrolled in the translation and pragmatics course. Data were collected through pragmatic competence tests, translation assignments, and in-depth interviews. Quantitative analysis was conducted using descriptive statistics, paired sample t-tests, and qualitative analysis in the form of thematic analysis. The results showed that the integration of AI into pedagogical translation significantly improved students' competence to understand contextual meaning compared to conventional learning, and also encourage students to critically reflect on the translation results.</p>SulvianaMuhammad Chairil Imran
Copyright (c) 2026 Sulviana, Muhammad Chairil Imran
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-262026-08-266217418210.56314/edulec.v6i2.597Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Teknik Smash Dalam Permainan Bola Voli Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/600
<p>Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan hasil belajar teknik <em>smash</em> dalam permainan bola voli melalui penerapan model <em>Discovery Learning</em> pada siswa kelas XI TKJ 1 SMKN 1 Bantaeng. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus meliputi empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa, terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Data hasil belajar diperoleh melalui penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada ketuntasan individual berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal serta ketuntasan klasikal. Pada siklus I, sebanyak 24 siswa atau 68,6% telah mencapai KKM, sedangkan 11 siswa atau 31,4% belum tuntas. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 29 siswa atau 82,9%, sementara 6 siswa atau 17,1% masih belum tuntas. Dengan demikian, terjadi peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 14,3 poin persentase atau bertambah 5 siswa dari siklus I ke siklus II. Persentase ketuntasan pada siklus II juga telah melampaui indikator keberhasilan klasikal yang ditetapkan sebesar 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan <em>Discovery Learning</em> dapat membantu memperbaiki proses pembelajaran teknik <em>smash</em> karena siswa memperoleh kesempatan untuk lebih aktif memahami tahapan gerak, melakukan praktik, mengamati kesalahan, dan memperbaiki performa berdasarkan pengalaman belajar pada setiap siklus. Secara keseluruhan, model <em>Discovery Learning</em> dapat digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar teknik <em>smash</em> pada kelas yang diteliti. Hasil penelitian ini juga menegaskan pentingnya proses refleksi berkelanjutan dalam pembelajaran PJOK untuk menyesuaikan tindakan pembelajaran dengan kebutuhan dan perkembangan siswa secara optimal.</p>Azril AkbarMuh Ilham Budi UtamaA. Anwar Ishar
Copyright (c) 2026 Azril Akbar, Muh Ilham Budi Utama, A. Anwar Ishar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-292026-08-296218319310.56314/edulec.v6i2.600Cultural Variations in Physical Appearance, Paralanguage, and Olfactics During Eid al-Fitr: An Intercultural Communication Perspective
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/578
<p>Nonverbal communication is an essential part of human interaction because it conveys meaning beyond spoken language. However, the interpretation of nonverbal messages is closely influenced by cultural values, traditions, and social norms. This study aims to analyze the cultural variations of three aspects of nonverbal communication, physical appearance and dress, paralanguage, and olfactics, during the Eid al-Fitr celebration in East Java from an intercultural communication perspective. This research employed a qualitative approach using the library research method. Data were collected from books, scholarly jour nals, and other academic sources related to nonverbal communication, intercultural communication, and Indonesian cultural practices. The findings indicate that nonverbal communication during Eid al-Fitr reflects local cultural traditions in East Java. These variations can be observed through clothing choices, tone of voice during greetings and family interactions, the use of perfume, the aroma of traditional Eid foods, and cultural practices that are still maintained by some families, such as using incense to honor deceased relatives. These differences demonstrate that nonverbal communication is closely connected to local cultural values and traditions. Therefore, understanding cultural variations in nonverbal communication can help minimize misunderstandings and promote more effective intercultural communication.</p>Sekar Swasti Rahayu NingtyasErna Iftanti
Copyright (c) 2026 Sekar Swasti Rahayu Ningtyas, Erna Iftanti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-292026-08-296219420210.56314/edulec.v6i2.578English Language Needs for Workplace Communication in Makassar's Health and Tourism Sectors: An ESP Needs Analysis
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/591
<p>This study identifies English for Specific Purposes (ESP) needs related to workplace communication among health and tourism practitioners in Makassar, Indonesia. A sequential explanatory mixed-methods design was used to combine a quantitative needs survey with qualitative stakeholder interviews. The quantitative phase involved 100 purposively selected practitioners in international-facing health and tourism roles. A 25-item Likert-type questionnaire examined professional tasks, linguistic skills, and perceived competence. The qualitative phase involved semi-structured interviews with 10 stakeholders, five from each sector, to explain the communication difficulties underlying the survey priorities. Quantitative data were summarized using frequencies and percentages, while interview data were analyzed thematically and integrated with the survey results. Four priority task domains were identified: clinical and technical interaction (28%), front-line logistics (27%), operational safety (24%), and affective communication (21%). Clinical anamnesis, procedure explanation, safety briefings, directions, complaint handling, and culturally appropriate interpersonal communication emerged as central workplace demands. Interview accounts further indicated difficulties with rapid spoken English, unfamiliar accents and idioms, technical vocabulary, and pragmatic strategies such as hedging and softening language. The combined clinical and safety categories represented 52% of identified needs, highlighting the importance of accurate oral communication in high-stakes encounters. The findings support locally responsive, task-based ESP training built around authentic simulations, listening practice, professional phraseology, and pragmatic communication. Because the study used purposive sampling and descriptive analysis in one city, the findings should be interpreted as context-specific priorities rather than population estimates.</p>Nadya Nurhidayah N
Copyright (c) 2026 Nadya Nurhidayah N
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-292026-08-296220321210.56314/edulec.v6i2.591Permainan Target Meningkatkan Hasil Belajar Shooting Sepak Bola Siswa MTsN 2 Makassar
https://jurnal-eureka.com/index.php/edulecj/article/view/434
<p>Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan hasil belajar teknik shooting dalam permainan sepak bola melalui penerapan permainan target pada siswa kelas VIII MTsN 2 Makassar. Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek tindakan berjumlah 39 siswa laki-laki pada tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui penilaian hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, lembar observasi aktivitas pembelajaran, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase ketuntasan, dan nilai rata-rata, dengan Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 75. Pada kondisi awal, 12 dari 39 siswa (30,8%) mencapai ketuntasan. Setelah tindakan pada Siklus I, jumlah siswa tuntas meningkat menjadi 21 siswa (53,8%). Refleksi Siklus I digunakan untuk memperbaiki kejelasan target, pengorganisasian latihan, dan keterlibatan siswa pada Siklus II. Hasil Siklus II menunjukkan seluruh 39 siswa (100%) mencapai ketuntasan dengan nilai rata-rata akhir 85,82. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan target dapat digunakan sebagai strategi perbaikan pembelajaran shooting sepak bola karena menyediakan tujuan latihan yang konkret, kesempatan praktik berulang, dan umpan balik langsung. Namun, karena penelitian menggunakan desain tindakan kelas tanpa kelompok pembanding, hasilnya terutama berlaku pada konteks kelas yang diteliti.</p>SudirmanAgus IsmailHasnah
Copyright (c) 2026 Sudirman, Agus Ismail, Hasnah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-08-292026-08-296221322310.56314/edulec.v6i2.434