Hubungan Pola Pemberian Makan Pada Balita Stunting di Puskesmas di Flores Timur
DOI:
https://doi.org/10.56314/inhealth.v2i2.151Keywords:
frekuensi makan, kebiasaan makan, ASI ekslusif, jenis makan, stuntingAbstract
Stunting merupakan kondisi yang ditandai dengan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak 1000 hari pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Waimana Desa Watotutu Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitan ini menggunakan metode observasi, metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang berjumalah 35 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling dan menggunakan analisis Data kuantitatif Uji Chisquare. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 21-23 juli 2022. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner,analisis data kuantitatif menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian dari 35 responden berdasarkan uji chisquare singnifikasi ada hubungan antara frekuensi makan balita dengan kejadian stunting dengan nilai p Value =0,045 dimana p<a (a=0,05), ada hubungan antara kebiasaan makan balita dengan kejadian stunting dengan nilai p Value = 0,018 dimana p<a (a=0,05), ada hubungan antara pemberian ASI ekslusif balita dengan kejadian stunting dengan p Value =0,000 dimana p<a (a= 0,05), ada hubungan antara jenis makan balita dengan kejadian stunting dengan nilai p Value 0,012 dimana p<a (a=0,05). Saran diharapakan agar orang tua harus memperhatikan pemenuan gizi anak balita dengan pemenuan nutrisi dengan memperhatikan prinsip gizi seimbang dan beragam sesuai dengan kebutuhan anak sesuai usianya.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Agnes Kurniati Senona Lebuan, Muhammad Syafar, Nur Hartati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


