Pengaruh Stimulasi Tumbuh Kembang Terhadap Motorik Kasar Pada Pasien Enchepalitis
DOI:
https://doi.org/10.56314/inhealth.v5i2.509Keywords:
Cerebral Palsy, Post Encephalitis, , Intervention, Home Program, LatihanAbstract
Cerebral Palsy (CP) adalah suatu kelainan yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Kelainan ini disebabkan oleh kerusakan di system saraf pusat di saat prenatal, perinatal, ataupun postnatal. Post encephalitis adalah kondisi yang muncul setelah fase akut radang otak (encephalitis) mereda. Dimana hasil kerusakan neurologis atau psikologis yang berlangsung lama setelah proses inflamasi otak awal. Cerebral Palsy Post Encephalitis adalah kondisi Cerebral Palsy (lumpuh otak) yang terjadi akibat kerusakan otak yang dialami setelah anak mengalami encephalitis. Yaitu radang otak yang menyebabkan cedera jaringan otak permanen sehingga mempengaruhi perkembangan gerak, postur, dan fungsi motoric. Penatalaksanaan fisioterapi yang diberikan untuk penderita CP saah satunya stimulasi tumbuh kembang pada penderita Cerebral Palsy Post Encephalitis. Stimulasi tumbuh kembang adalah rangsangan yang diberikan rutin dan terarah untuk membantu anak belajar dan latihan fungsi dasar motoric serta kemampuan bergerak. (berguling, duduk, berdiri, dan berjalan). Stimulasi terhadap motoric kasar pada pasien Post Encephalitis antara lain kontrol kepala & postur, Latihan posisi & transisi, latihan kekuatan otot, latihan keseimbangan (Balance Training), latihan berjalan (Gait Training), koordinasi & motor planning, stimulasi vestibular & proprioseptif, aktivitas bermain fungsional. Peran dari fisioterapi dalam pasien penderita post Encephalitis meliputi, menilai tonus, reflek & kekuatan otot, menentukan profrsi latiham, mencegah deformitas & kontraktur, dan home program.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pramudita Widi Iswara, Agus Widodo, Novy Hikma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


