Konstruksi Sosial dan Budaya dalam Pembentukan Perilaku Hidup Bersih Masyarakat Desa Adat Penglipuran
DOI:
https://doi.org/10.56314/inhealth.v5i2.525Keywords:
Konstruksi Sosial, Budaya, Perilaku Hidup Bersih, Desa Adat Penglipuran, Kearifan LocalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial dan budaya dalam pembentukan perilaku hidup bersih masyarakat Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana nilai, norma, adat, dan praktik sosial sehari-hari membentuk, menjaga, dan mereproduksi perilaku hidup bersih sebagai bagian dari kehidupan kolektif masyarakat desa adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap praktik kebersihan, tata ruang desa, interaksi sosial masyarakat, serta peran lembaga adat dalam menjaga keteraturan lingkungan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, khususnya melalui konsep eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih di Desa Adat Penglipuran tidak hanya lahir dari kesadaran individual, tetapi dibangun melalui proses sosial yang panjang dan berkelanjutan. Kebersihan dimaknai sebagai nilai bersama yang berkaitan dengan moralitas, keteraturan, penghormatan terhadap adat, serta harmoni antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial. Nilai tersebut kemudian dilembagakan melalui tata ruang desa, awig-awig, kebiasaan komunal, dan kontrol sosial yang bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, nilai kebersihan diinternalisasi melalui keluarga, komunitas, dan pembiasaan antargenerasi hingga menjadi bagian dari identitas kolektif masyarakat Penglipuran. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa perilaku hidup bersih akan lebih kokoh dan berkelanjutan apabila ditopang oleh legitimasi budaya, partisipasi warga, serta institusi lokal yang hidup dan berfungsi secara efektif. Dengan demikian, Desa Adat Penglipuran menunjukkan bahwa kebersihan bukan semata persoalan kesehatan lingkungan, melainkan juga hasil konstruksi sosial budaya yang memperkuat ketahanan sosial, citra desa, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ilyas, Samsu A. Kamaruddin , Arlin Adam , Ahmadin Ahmadin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


