Pengaruh Analisis Rasio Keuangan Daerah Terhadap Kinerja Pemerintah (Studi Kasus Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Polewali Mandar)
DOI:
https://doi.org/10.56314/jumabi.v1i1.94Kata Kunci:
Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah, Efesiensi, Keserasian, Rasio Derajat Desentralisasi FiskalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas kinerja keuangan dinas pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPKAD) Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat periode 2013-2015. Pengukuran efektivitas kinerja keuangan suatu daerah dapat dilihat dari : (1) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, (2) Rasio Efesiensi Keuangan Daerah, (3) Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), (4) Rasio Keserasian, dan (5) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang dengan menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan dari hasilnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan Dinas Pendapatan Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013-2015 dilihat dari (1) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Pola hubungan masih tergolong instruktif karena besarnya rata-rata rasio ini sebesar 8,86%, (2) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dapat dikatakan tidak efisien karena rata-rata efisiensi keuangan daerah Polewali Mandar sebesar 97,49%, (3) Rasio efektivitas PAD terhadap kinerja keuangan Polewali Mandar cukup efektif karena rata-rata efektivitas sebesar 95,64%, (4) Rasio keserasian/keselarasan mengingat rata-rata penyelenggaraan kawasan pertokoan masih sangat tinggi yaitu 86,01% dibandingkan dengan rata-rata belanja modal sebesar 19,58%, sehingga dapat dikatakan pemerintah daerah masih kurang memperhatikan pembangunan daerah, (5) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dapat dikategorikan sangat kurang, karena rata-rata sebesar 7,97%.
Unduhan
Referensi
Abdullah, D. (2016). Hubungan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Jurnal Hukum Positum, 1(1), 83-93.
Abdul Halim. (2012). Pengelolaan Keuangan Daerah. Edisi Ketiga. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Aries Djaenuri. (2012). Hubungan Keuangan Pusat Daerah. Bogor : Ghalia Indonesia.
Gousario, F., & Dharmastuti, C. F. (2015). Regional financial performance and human development index based on study in 20 counties/cities of level I region. The Winners, 16(2), 152-165.
Hendra, J. (2018). Pengaruh Partisipasi Dalam Penganggaran dan Peran Manajerial Pengelola Keuangan Daerah Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah:(Studi Empiris pada Pemerintah Kabupaten Probolinggo). Assets: Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntansi, Keuangan dan Pajak, 2(1), 8-17.
Machmud, M. (2014). Analisis Kinerja Keuangan Daerah Di Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2007-2012. Jurnal berkala ilmiah efisiensi, 14(2).
Mirna Sesotyaningsih. (2012). “Pengaruh Leverage, Ukuran Legislatif, Intergovernmentak, Revenue, dan Pendapatan Pajak Daerah Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah.” Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
Mohammad Mahsun. (2009). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta : BPFE. RI No. 32 Tahun 2004 & UU RI No. 33 Tahun 2004. Bandung : Nuansa Aulia.
Nurdiwaty, D., & Zaman, B. (2016). Analisis Rasio Keuangan Daerah Untuk Menilai Kenerja Keuangan Daerah (Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Kota Kediri). Journal of Innovation in Business and Economics, 7(1), 31-40.
Oktalina, G. (2020). Analysis of Regional Financial Performance through the Independence Ratio, Effectiveness Ratio, and Growth Ratio in the District South Bangka. International Journal of Finance Research, 1(2), 60-73.
Peraturan Pemerintah (PP) No. 66 tahun 2001 pasal 1 ayat (1) tentang Retribusi Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Saragih, F., & Siregar, I. A. (2021, February). Analisis Rasio Keuangan Dalam Menilai Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Kota Tebing. In Scenario (Seminar of Social Sciences Engineering and Humaniora) (pp. 43-53).
Yasin, M. (2020). Analysis of Regional Original Revenues and Routine Expenditures on Regional Financial Performance in East Java Regencies and Cities: Analysis of Regional Original Revenues and Routine Expenditures on Regional Financial Performance in East Java Regencies and Cities. Jurnal Mantik, 3(4), 64-69.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Adinda, Darmawati, Nirwana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

