Membangun Jejaring Dari Pesisir : Modal Sosial Perempuan Baubau Dalam Ekosistem Kewirausahaan Moderen

Authors

  • Rosmawati Taherong Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
  • Muhammad Syukur Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56314/edulec.v5i3.412

Keywords:

Modal Sosial, Perempuan Pesisir, Kewirausahaan Sosial, James Col Man, Komunitas

Abstract

Prempuan pesisir di Kota Baubau memegang peran sentral dalam menopang perekonomian keluarga dan menjaga stabilitas sosial komunitas. Namun, transformasi menuju ekonomi modern menghadirkan tantangan baru keterbatasan akses modal, literasi digital rendah, lemahnya jejaring eksternal, serta dominasi sistem patriarki dalam pengambilan keputusan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perempuan pesisir membangun dan memanfaatkan modal sosial dalam aktivitas kewirausahaan serta bagaimana teori modal sosial James Coleman dapat menjelaskan dan memperluas pemahaman tentang dinamika sosial ekonomi di wilayah pesisir. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di tiga kelurahan pesisir di Kota Baubau: Sulaa, Bataraguru, dan Wameo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan (trust), norma sosial, dan jejaring komunitas menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan usaha perempuan pesisir. Namun, keterbatasan akses terhadap informasi dan jejaring digital membuat modal sosial tersebut bersifat lokal dan belum bertransformasi menjadi bridging atau linking capital. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara konsep modal sosial Coleman yang menekankan rasionalitas aktor dan kenyataan empiris perempuan pesisir yang hidup dalam struktur sosial terbatas. Penelitian ini memperluas gagasan Coleman dengan menunjukkan bahwa modal sosial dalam konteks perempuan pesisir bukan sekadar sumber daya, melainkan arena transformasi sosial menuju kewirausahaan inklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldridge, R., & Lim, P. (2025). Reframing social capital for marginalized women in coastal economies. Journal of Community Development Research, 36(1), 12–29. https://doi.org/10.1080/09589236.2025.1045812

Bebbington, A., & Woolcock, M. (2021). Social capital and development: Recon-sidering theory and evidence in the Global South. World Development, 146, 105602. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2021.105602 DOI: https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2021.105602

Bhandari, M. (2024). Beyond structure: The relational logic of Coleman’s social capital in post-industrial and maritime societies. Sociological Inquiry, 94(2), 155–177. https://doi.org/10.1111/soin.12537 DOI: https://doi.org/10.1111/soin.12537

Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94(Supplement), S95–S120. https://doi.org/10.1086/228943 DOI: https://doi.org/10.1086/228943

Coleman, J. S. (1990). Foundations of social theory. Harvard University Press.

Harefa, M. (2020). Bonding Social Capital dan Ketahanan Ekonomi Komunitas Pesisir di Maluku. Jurnal Pembangunan Sosial Dan Kebijakan, 12(2), 145–158.

Hernandez, L., & Vega, J. (2025). Trust, gender, and economic resilience: Revisiting Coleman’s capital theory in Latin coastal communities. International Review of Sociology, 35(1), 88–109. https://doi.org/10.1080/03906701.2025.1058992

Hoang, H., & Yi, Z. (2021). Social capital and female entrepreneurs in developing economies. International Journal of Entrepreneurship and Innovation Man-agement, 25(1), 19–41. https://doi.org/10.1504/IJEIM.2021.115042

Kabeer, N. (2020). Social capital, gender, and livelihoods: Microfinance and women’s empowerment in South Asia. Feminist Economics, 26(3), 1–27. https://doi.org/10.1080/13545701.2020.1719208 DOI: https://doi.org/10.1080/13545701.2020.1743338

Mahyuddin, I., & Dewi, R. (2024). Ekonomi moral dan modal sosial di komunitas pesisir: Analisis gender dan struktur sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Indonesia, 9(2), 65–83. https://doi.org/10.31219/osf.io/7xg3k

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Morrow, E. and Scorgie-Porter, L. (2017) ‘Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community’, Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community, pp. 1–84. Available at: https://doi.org/10.4324/9781912282319. DOI: https://doi.org/10.4324/9781912282319

Nurhadi, M. (2022). Literasi digital dan tantangan UMKM perempuan pesisir Jawa Timur. Jurnal Sosioteknologi, 21(3), 255–268. https://doi.org/10.5614/sostek.2022.21.3.8

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American com-munity. Simon & Schuster. DOI: https://doi.org/10.1145/358916.361990

Putri, N. A. (2025). Modal sosial dan daya tahan ekonomi perempuan nelayan di era transformasi digital. Jurnal Sosiologi Reflektif, 19(1), 101–122. https://doi.org/10.14421/jsr.2025.191.07

Rahman, T., & Yusuf, M. (2024). Women, trust, and informal economies in coastal Indonesia. Asian Journal of Social Science Studies, 12(3), 44–63. https://doi.org/10.20849/ajsss.v12i3.1542

Reuschke, D., & Mason, C. (2020). Connecting female entrepreneurship and social capital: A comparative perspective. Small Business Economics, 55(1), 1–18. https://doi.org/10.1007/s11187-019-00222-3

Sari, D. P. (2021). Modal sosial dan strategi bertahan hidup perempuan nelayan di Sulawesi Selatan. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 34(1), 33–45. https://doi.org/10.20473/jmkp.V34I12021.33-45

Taylor-Powel, E. and Renner, M. (2003) ‘Qualitative data analysis.pdf’, pp. 1–10.

Wellman, B. (2022). Networked: The new social operating system. MIT Press. https://doi.org/10.7551/mitpress/9780262529232.001.0001

Downloads

Published

2025-12-12

How to Cite

Taherong, R., & Syukur, M. . (2025). Membangun Jejaring Dari Pesisir : Modal Sosial Perempuan Baubau Dalam Ekosistem Kewirausahaan Moderen. EDULEC : Education, Language, and Culture Journal, 5(3), 305–315. https://doi.org/10.56314/edulec.v5i3.412