English Teacher Strategies in Teaching English to Support the Merdeka Belajar Curriculum (MBKM )
A Descriptive Qualitative Study at SMA Negeri 13 Makassar
DOI:
https://doi.org/10.56314/edulec.v5i3.416Keywords:
Learning Strategies, English Teachers, Merdeka Curriculum, Cooperative Learning, Differentiation, PBLAbstract
This study aims to describe the strategies used by English teachers in supporting the Merdeka Belajar Curriculum at SMA Negeri 13 Makassar. The Merdeka Belajar Curriculum emphasizes flexible and student-centered learning, adapting learning processes to individual student needs.This study uses a descriptive qualitative method. The subjects of the research were two English teaching at SMA Negeri 13 Makassar. Data were collected through classroom observations and semi structured interviews. Data analysis techniques used include data presentation, conclusion drawing, and trigulation to ensure data validity. The resualt showed that English teachers implemented three main strategies in the learning process, namely cooperative learning, differentiated learning, and problem based learning ( PBL ). Cooperative learning was used to enhance collaboration among students in speaking tasks. Differentiated learning were applied by adjusting the material and method based on students’ abilities and learning styles. Meanwhile, PBL was implemented by assigning challenging tasks that required students to solve problems and present solution independently and actively. In conclusion , the strategies used by English teachers align with the principles of the Merdeka Curriculum, namely meaningful learning , students-centeredneess, and providing space for student potential and learning independence.
Downloads
References
REFERENSI:
Bahri, U. L., & Daulay, S. H. (2024). The Implementation of Merdeka Belajar Curriculum : Teachers ’ Perception. English Franca, 8(1), 133–142. https://doi.org/10.29240/ef.v8i1
Faizah, Z. (2019). Manajemen Strategis Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Wisata Religi Makam Syaichona Kholil Kabupaten Bangkalan. Doctoral Dissertation, Universitas Airlangga, 1–56.
Firmansyah, H. (2023). Proses Perubahan Kurikulum K-13 Menjadi Kurikulum Merdeka. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 1230–1240.
Mardhatillah at al. (2021). an Analysis of Teacher’S Strategies in Teaching English. Journal of English Education Program, 2(1), 21–29. https://doi.org/10.26418/jeep.v2i1.43003
Muhsyanur, M. (2024). Implementation of Merdeka Belajar in Indonesian Language Learning in Senior High Schools. Jurnal Ilmiah Insan Mulia, 1(1), 8–14. https://doi.org/10.59923/jiim.v1i1.170
Nasution, S. W. (2022). Asesment kurikulum merdeka belajar di sekolah dasar. Prosiding Pendidikan Dasar, 1(1), 135–142.
Prasetiani, R., Diyah, Sukirman, & Sukirman. (2024). Analisis Penggunaan Kahoot! dalam Meningkatkan Keterlibatan, Efektivitas Pembelajaran, dan Pengalaman Belajar Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan. Journal on Education, 6(4), 20783–20794. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.6185
Rahmadhani et al. (2022). Dampak transisi kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka belajar terhadap minat belajar siswa. JUPEIS: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(4), 41–49.
Schedule, Itemized, & Travel. (2022). Meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum merdeka belajar melaui direct interactive workshop. Journal of Economic Perspectives.
Suharjati, F. (2017). History of Teaching English. The English Journal, 85(8), 161–168.
Suyarman. (2020). Orientasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1(1), 13–28.
Usanto, S. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa. Cakrawala Repositori IMWI, 5(2), 495. https://www.cakrawala.imwi.ac.id/index.php/cakrawala/article/view/142
Wijaya et al. (2022). IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 08(02).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rasnawati, Sukmawati, Hasnani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi hak cipta Creative Commons dan alat-alatnya membentuk keseimbangan dalam pengaturan tradisional yang ada pada hukum hak cipta. Alat kami memberikan setiap orang, dari pencipta individu sampai dengan perusahaan dan lembaga besar, cara sederhana standar untuk memberikan izin hak cipta atas ciptaan kreatif mereka. Kombinasi dari alat-alat dan pengguna kami adalah kumpulan komunitas digital yang luas dan berkembang, kolam konten yang dapat disalin, didistribusikan, digubah, dan dibuat ciptaan turunannya, dan semua dalam batas-batas hukum hak cipta.




