Peningkatan Hasil Belajar IPS Terpadu Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Siswa MTS Yaspi Sambung Jawa Makassar
DOI:
https://doi.org/10.56314/edulec.v2i3.93Keywords:
Problem Based Learning, Hasil Belajar, IPS TerpaduAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada peserta didik kelas VIII MTS Yaspi Sambung Jawa Makassar, Tahun Pelajaran 2022/2023. Subyek penelitian ini merupakan peserta didik kelas VIII MTS Yaspi Sambung Jawa Makassar yang berjumlah tidak kurang dari 30 siswa, sedangkan guru IPS sebagai guru kelas VIII ikut serta dalam kegiatan tersebut. Rekan sejawat sebagai pemerhati pembelajaran, manajemen sekolah sebagai sumber informasi. Startegi pengumpulan data meliputi tes, observasi dan dokumentasi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus (perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar IPS terpadu peserta didik kelas VIII MTS Yaspi Sambung Jawa Makassar. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar terpadu, juga disini siswa mengalami peningkatan sebesar 66,66% pada periode pertama dan 83,33% pada periode kedua. Selain itu, proporsi belajar siswa yang sesuai dengan 60% pada Siklus I dan Siklus II adalah 90%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem-based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPS terpadu peserta didik kelas VIII MTS Yaspi Sambung Jawa Makassar Tahun Pelajaran 2022/2023.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Muh. Adam HC

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi hak cipta Creative Commons dan alat-alatnya membentuk keseimbangan dalam pengaturan tradisional yang ada pada hukum hak cipta. Alat kami memberikan setiap orang, dari pencipta individu sampai dengan perusahaan dan lembaga besar, cara sederhana standar untuk memberikan izin hak cipta atas ciptaan kreatif mereka. Kombinasi dari alat-alat dan pengguna kami adalah kumpulan komunitas digital yang luas dan berkembang, kolam konten yang dapat disalin, didistribusikan, digubah, dan dibuat ciptaan turunannya, dan semua dalam batas-batas hukum hak cipta.




