Perbandingan Efektivitas Pendekatan Integratif Model Fragmented dan Model Connected Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Peserta Didik di SD Islam Al Azhar 68 Summarecon Mutiara Makassar
DOI:
https://doi.org/10.56314/edulec.v4i3.276Keywords:
Pendekatan Integratif, Model Fragmented, Model Connected, Pembelajaran Bahasa IndoensiaAbstract
Pendidik perlu menghubungkan atau mengintegrasikan konsep-konsep yang mereka pelajari. Juga prinsip, keterampilan, dan perspektif peserta didik tumpang tindih dan pembelajaran dalam suasana romantis tidak mungkin terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model fragmented dan model connected dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Berdasarkan data hasil penelitian di SD Islam Al Azhar 68 Summarecon Mutiara Makassar, pengolahan data, analisis data serta pembahasan menunjukkan model fragmented lebih efektif dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas III SD Islam Al Azhar 68 Summarecon Mutiara Makassar. Hal ini dapat terlihat dari perhitungan uji-t pada posttest yang telah dilakukan dengan thitung (15,49090) > t-tabel (2,10092) yang menunjukkan bahwa hipotesis yang diterima adalah (Ha).
Downloads
References
Ananda, R. (2018). Pembelajaran Terpadu Karakteristik Landasan, Fungsi, Prinsip dan Model. Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPI).
Asdar, A.Vivit Angreani, Andi Ramadhana. B, & Nani Sri Fitri Nurheni. (2024). Desain Bahan Ajar Keterampilan Menulis Berbasis Pendekatan Integratif Sebagai Implementasi Model Kemp Siswa SD Inpres Kota Makassar. EDULEC : Education, Language, and Culture Journal, 4(1), 94–107. https://doi.org/10.56314/edulec.v4i1.219
Asdar, Muhammad Asdam, Nursamsilis Lutfin, Elsayani Grestiani Limbong, & Tuan Nordin bin Tuan Kechik. (2024). Effectiveness of the Sequenced Type of Integrative Learning Model in Teaching Writing of West Wawonii Elementary School Students. IJOLEH : International Journal of Education and Humanities, 3(1), 26–43. https://doi.org/10.56314/ijoleh.v3i1.223
Eryani, E. M. (2015). Simulasi pembelajaran terpadu model fragmented. Paper Knowledge Toward a Media History of Documents. E Journal Alfaribi, 49- 58.
Fadilah, dkk. (2023). Model pembelajaran terpadu fragmented dalam pendidikan sekolah dasar. Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Mandiri. 9(2), 902-914.
Fransyaigu, R. M. (2016). Konsep pembelajaran terpadu dalam kurikulum 2013 di sekolah dasar Asnawi. Jurnal Usman, 3(2).
Halida. (2016). Group Investigation Model (Pembelajaran Terpadu Anak Usia Dini). 1(2), 1-8.
Hernawan, d. (2016). Pembelajaran Terpadu di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran terpadu tematik (Teori Praktik dan Penilaian). Bandung: Alfabeta.
Laksitarini, N. (2016). Pengaruh model pembelajaran terpadu dan kemandirian belajar terhadap kemampuan menulis deskripsi. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 283.
Margunayasa, G. (2014). Pembelajaran Terpadu; Konsep dan Penerapannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rosmayanti, V., Sukmawati, Mohamed, S., Sujarwo, S., & Amin, S. (2024). Fostering Self-Directed Learning through Local Wisdom Project-Based Learning. Journal of Language Learning and Assessment, 52-72.
Suciati, Sukmawati., Sujarwo, & Cayati, S. (2024). Students’ Perception of the Use of Cartoon Movie as a Media in Learning Vocabulary at Senior High School. IJOLEH: International Journal of Education and Humanities, 3(2).
Trianto. 2014. Model Pembelajaran Terpadu, konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara
Yosi Marita, Safnil, Syukri Hamzah, & Irwan Koto. (2023). An Analysis of Students’ Needs in Developing English Textbooks to Improve High Abilities Level of Law Students. IJOLEH : International Journal of Education and Humanities, 2(2), 161–174. https://doi.org/10.56314/ijoleh.v2i2.177
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ainun Mujahidah Ramadani, Asdar, Suryanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi hak cipta Creative Commons dan alat-alatnya membentuk keseimbangan dalam pengaturan tradisional yang ada pada hukum hak cipta. Alat kami memberikan setiap orang, dari pencipta individu sampai dengan perusahaan dan lembaga besar, cara sederhana standar untuk memberikan izin hak cipta atas ciptaan kreatif mereka. Kombinasi dari alat-alat dan pengguna kami adalah kumpulan komunitas digital yang luas dan berkembang, kolam konten yang dapat disalin, didistribusikan, digubah, dan dibuat ciptaan turunannya, dan semua dalam batas-batas hukum hak cipta.




