Stigma “Pekerjaan Perempuan” pada Guru PAUD di Kota Makassar: Analisis Perspektif Feminisme Kritis
DOI:
https://doi.org/10.56314/edulec.v5i3.435Keywords:
stigma gender, guru paud, feminisme kritis, profesionalitas, pendidikan anak usia diniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi stigma pekerjaan perempuan pada profesi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Makassar serta dampaknya terhadap status sosial dan profesionalitas guru, menggunakan perspektif Feminisme Kritis. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi kritis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Informan terdiri dari 12 guru PAUD (10 perempuan dan 2 laki-laki), dua kepala sekolah PAUD, serta satu pengelola lembaga PAUD yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma pekerjaan perempuan terbentuk melalui konstruksi sosial yang menganggap kerja pengasuhan sebagai peran alami perempuan. Stereotip feminin seperti lembut, sabar, dan penuh kasih mengaburkan profesionalitas guru PAUD serta menyebabkan profesi ini dipandang rendah secara sosial dan ekonomis. Rendahnya partisipasi laki-laki semakin memperkuat feminisasi dan persepsi non-prestisius terhadap profesi ini. Penelitian juga menemukan bahwa guru PAUD mengembangkan strategi perlawanan melalui negosiasi identitas profesional, peningkatan kompetensi, redefinisi makna kerja, serta penguatan solidaritas melalui komunitas guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa stigma berbasis gender memiliki dampak struktural terhadap profesionalitas guru PAUD dan harus diatasi melalui kebijakan pendidikan yang sensitif gender serta penguatan pemberdayaan guru.
Downloads
References
Dianita, E. R. (2020). Stereotip Gender Dalam Profesi Guru Pendidikan Anak Usia Dini. GENIUS Indonesian Journal of Early Childhood Education, 1(2), 87–105. https://doi.org/10.35719/gns.v1i2.20 DOI: https://doi.org/10.35719/gns.v1i2.20
Fadillah, C. N., & Ngaisah, N. C. (2023). PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI GURU LAKI-LAKI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 63. https://doi.org/10.22373/bunayya.v9i1.16885 DOI: https://doi.org/10.22373/bunayya.v9i1.16885
Fatmawati, N. M., Hayati, M., & Muthohar, S. (2023). Analisis Pergeseran Stigma Gender Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2505–2517. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4265 DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4265
Ginting, A., & Rosramadhana, R. (2024). Dominasi Perempuan Etnis Karo Dalam Pendidikan pada Jenjang Perguruan Tinggi di Desa Sukamandi Kecamatan Merek. Jurnal Akuntansi Hukum Dan Edukasi, 1(2), 549–558. https://doi.org/10.57235/jahe.v1i2.3821 DOI: https://doi.org/10.57235/jahe.v1i2.3821
Harianti, P., & Ichsan, I. (2025). Faktor Rendahnya Minat Siswa Laki-laki Kelas XII dalam Memilih Jurusan PAUD. Generasi Emas, 8(1), 29–37. https://doi.org/10.25299/ge.2025.vol8(1).20387 DOI: https://doi.org/10.25299/ge.2025.vol8(1).20387
Hayati, M., Yubaedi Siron, & Hermawati, E. (2021). Strategi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dalam Melibatkan Guru Laki-Laki. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 6(1), 11–24. https://doi.org/10.14421/jga.2021.61-02 DOI: https://doi.org/10.14421/jga.2021.61-02
Ho, D., & Lam, H. (2014). A study of male participation in early childhood education. International Journal of Educational Management, 28(5), 498–509. https://doi.org/10.1108/IJEM-02-2013-0024 DOI: https://doi.org/10.1108/IJEM-02-2013-0024
Irwan, I., Siska, F., Zusmelia, Z., & Meldawati, M. (2022). Analisis perubahan peran dan fungsi keluarga pada masyarakat Minangkabau dalam teori feminisme dan teori kritis. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 6(1), 191–205. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i1.19383 DOI: https://doi.org/10.22219/satwika.v6i1.19383
Maulana, R. A., Kurniati, E., & Yulindrasari, H. (2020). APA YANG MENYEBABKAN RENDAHNYA KEBERADAAN GURU LAKI-LAKI DI PAUD? JIV-Jurnal Ilmiah Visi, 15(1), 23–32. https://doi.org/10.21009/JIV.1501.3 DOI: https://doi.org/10.21009/JIV.1501.3
Mukhlis, A. (2019). Dominasi Guru Perempuan dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Persepsi Stakeholder. AL-ATHFAL : JURNAL PENDIDIKAN ANAK, 5(2), 117–134. https://doi.org/10.14421/al-athfal.2019.52-01 DOI: https://doi.org/10.14421/al-athfal.2019.52-01
Pancaningrum, N., & Pasiningsih, P. (2023). Persepsi Calon Guru dan Guru Laki-Laki sebagai Minoritas Gender di Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1320–1332. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.3769 DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.3769
Rachman, B. (2024). Persepsi Masyarakat terhadap Guru Anak Usia Dini Laki-Laki di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Absorbent Mind, 4(1), 11–21. https://doi.org/10.37680/absorbent_mind.v4i1.4347 DOI: https://doi.org/10.37680/absorbent_mind.v4i1.4347
Rachman, B., Pranoto, Y. K. S., & Formen, A. (2022). Faktor Minat Laki-Laki Memilih Profesi Guru PAUD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4735–4744. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2701 DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2701
Van Laere, K., Vandenbroeck, M., Roets, G., & Peeters, J. (2014). Challenging the feminisation of the workforce: rethinking the mind–body dualism in Early Childhood Education and Care. Gender and Education, 26(3), 232–245. https://doi.org/10.1080/09540253.2014.901721 DOI: https://doi.org/10.1080/09540253.2014.901721
Vera Novita Sari. (2025). Studi Literatur Keterlibatan Guru Laki-Laki Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 2569–2575. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.663 DOI: https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.663
Wibowo, G. A., Chairuddin, C., Rahman, A., & Riyadi, R. (2022). Kesetaraan Gender: Sebuah Tijauan Teori Feminisme. SEUNEUBOK LADA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya Dan Kependidikan, 9(2), 121–127. https://doi.org/10.33059/jsnbl.v10i2.6360 DOI: https://doi.org/10.33059/jsnbl.v10i2.6360
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andi Sadriani, Syamsu A Kamaruddin, Arlin Adam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi hak cipta Creative Commons dan alat-alatnya membentuk keseimbangan dalam pengaturan tradisional yang ada pada hukum hak cipta. Alat kami memberikan setiap orang, dari pencipta individu sampai dengan perusahaan dan lembaga besar, cara sederhana standar untuk memberikan izin hak cipta atas ciptaan kreatif mereka. Kombinasi dari alat-alat dan pengguna kami adalah kumpulan komunitas digital yang luas dan berkembang, kolam konten yang dapat disalin, didistribusikan, digubah, dan dibuat ciptaan turunannya, dan semua dalam batas-batas hukum hak cipta.




