Pabrik Gula sebagai Arena Sosial: Kajian Literatur tentang Akses dan Mutu Pendidikan Anak Petani Tebu Melalui Kacamata Pierre Bourdieu
DOI:
https://doi.org/10.56314/edulec.v6i1.438Keywords:
Ketimpangan Pendidikan, Pendidikan Pedesaan, Pierre Bourdieu, Industri GulaAbstract
Industri gula merupakan sektor strategis dalam ekonomi pedesaan Indonesia, yang tidak hanya memengaruhi pendapatan petani tetapi juga membentuk struktur sosial dan akses terhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keberadaan pabrik gula memengaruhi akses dan mutu pendidikan anak petani tebu, menggunakan pendekatan kajian literatur sistematis dan dianalisis melalui kerangka teori Pierre Bourdieu. Kajian mencakup literatur peer-reviewed dan laporan akademik dari 2010 hingga 2025 yang membahas industri gula, ketimpangan sosial, pendidikan pedesaan, dan modal sosial-budaya-ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pabrik gula berfungsi sebagai arena sosial di mana distribusi kapital ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik tidak merata. Ketergantungan petani pada pabrik menyebabkan subordinasi ekonomi, memengaruhi kemampuan keluarga dalam membiayai pendidikan anak. Habitus agraris yang menekankan kerja fisik lebih tinggi daripada pendidikan formal berkontribusi pada rendahnya aspirasi akademik anak, sementara kapital sosial dan budaya yang terbatas membatasi akses terhadap informasi pendidikan dan peluang pengayaan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketimpangan pendidikan anak petani merupakan fenomena reproduksi lintas generasi yang bersifat struktural dan multidimensional. Penelitian ini menyarankan intervensi holistik yang mencakup penguatan modal budaya keluarga, peningkatan mutu sekolah pedesaan (guru, fasilitas, TIK), serta reformasi struktur industri gula, termasuk kebijakan harga adil dan program CSR berbasis transformasi sosial. Studi ini berkontribusi pada pemahaman bagaimana struktur ekonomi-industri dan praktik sosial di pedesaan membentuk akses pendidikan, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan pembangunan pedesaan yang lebih inklusif.
Downloads
References
Azzahra, R.H. et al. (2020) ‘PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL’, 4(1), pp. 153–162.
Cheong, E.C. et al. (2020) Editors :
Farqi, A., Umami, A.R. and Rahman, S.A. (2022) ‘Strategi Nafkah dan Relasi Sosial Rumah Tangga Petani Tebu Rakyat, Desa Jatiroto Kabupaten Lumajang’, DIMENSI - Journal of Sociology, 11(1). Available at: https://doi.org/10.21107/djs.v11i1.15098.
Febriyanti, L., & Putri, R. P. (2026). Tari Dolalak Grup Dewangga sebagai Arena Sosial Budaya: Praktik, Modal, dan Identitas Anak Muda di Purworejo. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 8(2), 1180-1187.
Fitri, A., Difah, D.A. and Agustia, D. (2025) ‘Peran Kredit Pertanian dalam Meningkatkan Keberlanjutan Usahatani Rumah tangga Petani The Role of Agricultural Credit in Enhancing the Sustainability of Farmer Household Enterprises’, 1(1), pp. 36–44.
Haryanto, R., Fitri, M. and Helmi, J. (2025) ‘Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Strengthening the Community Economy through Sugarcane Agribusiness Education to Achieve a Prosperous Community in Bumbung Village , Bathin Solapan District , Bengkalis Regency’, (4), pp. 131–151.
Harker, R., Mahar, C., & Wilkes, C. (2016). An introduction to the work of Pierre Bourdieu: The practice of theory. London: Palgrave Macmillan.
Hisyam, C. J., Putri, A. N., Melani, A. R., & Nabila, S. R. (2024). Strategi kebertahanan pedagang kopi kaki lima di wilayah Rawamangun pada era digital: Analisis berdasarkan teori Pierre Bourdieu. Journal of Creative Student Research, 2(3), 52-66.
Ismoyo, S. L. (2024). Dinamika kekuasaan dan kepentingan dalam industri komik Indonesia: Pen-dekatan teori produksi kultural Pierre Bourdieu. DeKaVe, 17(1), 98-109.
Jatmiko, R., & Abdullah, M. (2021). Habitus, Modal, Dan Arena Dalam Cerbung Salindri Kenya Ke-bak Wewadi Karya Pakne Puri Tinjauan Bourdieu. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 9(1), 100-115.
Karnanta, K.Y. (2013) ‘PARADIGMA TEORI ARENA PRODUKSI KULTURAL SASTRA: KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN PIERRE BOURDIEU’, 1(1), pp. 3–15.
Kambie, A. S., Latief, M. I., & Mengge, B. (2025). Kapital, Habitus, dan Arena: Membongkar Struktur Sosial di Balik Prestasi PSM Makassar. Journal of Humanity and Social Justice, 201-219.
Kučerová, S. (2011) ‘Education towards obtaining various forms of capital’, Acta Universitatis Carolinae, Geographica, 46(1), pp. 23–33. Available at: https://doi.org/10.14712/23361980.2015.39.
Nabalegwa, M.W. et al. (2022) ‘Sugarcane Growing and the Livehoods of Small-Scale Farmers in Jinja District, Uganda’, Forum Geografi, 36(2), pp. 176–184. Available at: https://doi.org/10.23917/forgeo.v36i2.16279.
Noor, G.M., Alya, A.T. and Putra, A.R.S. (2025) ‘Priority Development of Dairy Farming Business to Support Government Policies in The Special Region of Yogyakarta And Central Java’, Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol 9, No 3 (2025): November 2025 [Preprint]. Available at: https://doi.org/10.14710/agrisocionomics.v9i3.26195.
Nouman, M. et al. (2013) ‘Impact of Socio-Economic Characteristics of Farmers on Access to Agricultural Credit’, Sarhad Journal of Agriculture, 29(3), pp. 469–476. Available at: https://ssrn.com/abstract=2336223.
Nurmahfudi, Z.Z. et al. (2024) ‘Proceeding of IROFONIC 2024 “Strengthening Partnership for Sustainable Development” The Role of the International Labour Organization (ILO) in Adressing Child Labour in Indonesia from 2020-2022’, pp. 325–331.
Paulsen, M. B., & Perna, L. W. (Eds.). (2016). Higher education: Handbook of theory and research (Vol. 31, pp. 441-512). Springer.
Qalbi, N., & Syahrudin, D. J. (2025). Analisis Modal Sosial, Budaya, dan Ekonomi Petani Gula Aren di Desa Umpungeng. Jurnal Edukasi Sosial Sains, 1(1), 28-33.
Richardus, W. N. C. (2020). Ruang Sosial Bourdieusian. Gerak Kuasa, 293.
Sjaf, S. (2011) ‘Ruang Pertarungan dan Strategi Aktor di Arena Ekonomi Politik Lokal’, Jurnal Sosial Humaniora: Universitas Djuanda, 2(2), pp. 1–14.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Musdalifah, Syamsu A. Kamaruddin, Arlin Adam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lisensi hak cipta Creative Commons dan alat-alatnya membentuk keseimbangan dalam pengaturan tradisional yang ada pada hukum hak cipta. Alat kami memberikan setiap orang, dari pencipta individu sampai dengan perusahaan dan lembaga besar, cara sederhana standar untuk memberikan izin hak cipta atas ciptaan kreatif mereka. Kombinasi dari alat-alat dan pengguna kami adalah kumpulan komunitas digital yang luas dan berkembang, kolam konten yang dapat disalin, didistribusikan, digubah, dan dibuat ciptaan turunannya, dan semua dalam batas-batas hukum hak cipta.




